“Potensi AI menggantikan beberapa jenis pekerjaan juga melemahkan daya tawar para pekerja, menghambat pertumbuhan upah, dan mengurangi porsi tenaga kerja dalam total pendapatan,” jelas Lane.
Dia juga mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan yang membiayai AI mengandalkan pinjaman, sehingga fenomena ini pun memicu peningkatan biaya pinjaman untuk semua lapisan masyarakat.
“Dampaknya di pasar obligasi Eropa, peningkatan suku bunga dalam jangka panjang akan membuat kondisi keuangan yang mengetat pula,” lanjutnya.
(Nadya Kurnia)