Meski demikian, 91 persen responden tetap menyetujui bahwa penggunaan AI itu masih bergantung pada kemampuan manusia serta rasa percaya diri mereka dalam menyampaikan presentasi.
Sementara itu, 73 persen responden berpendapat bahwa mereka perlu membangun kepercayaan diri serta keterampilan dalam menyampaikan ide.
“Sebanyak 98 persen profesional di Indonesia sudah menggunakan AI untuk presentasi, dan 91 persen tetap menilai rasa percaya diri serta kemampuan menyampaikan presentasi sebagai hal yang penting. Kami melihat peluang bagi AI untuk mendukung mereka di setiap tahap, mulai dari mengembangkan ide hingga merasa siap menyampaikannya di hadapan audiens,” tambah dia.
Meskipun AI makin andal membantu menyusun slide, mayoritas profesional di Indonesia enggan menyerahkan urusan bicara kepada kecerdasan buatan tersebut. Riset juga mencatat sebanyak 81 persen profesional percaya AI efektif untuk mengolah dek presentasi, tetapi tugas narasi tetap membutuhkan sentuhan manusia.
Hal ini sejalan dengan pandangan 65 persen pekerja lokal yang menilai kemampuan mahir berpresentasi merupakan keunggulan kompetitif utama di era digital, bahkan 74 persen di antaranya percaya diri bahwa menyampaikan gagasan adalah cerminan potensi kepemimpinan.