“Setelah tinjauan komprehensif terhadap alternatif yang tersedia, dewan direksi memutuskan bahwa proses penjualan yang diawasi pengadilan ini memberikan perusahaan peluang terbaik untuk memaksimalkan nilai bagi semua pemangku kepentingan,” kata CEO Character.ai Colin Adams.
Perusahaan tersebut berencana untuk terus menjalankan bisnisnya, termasuk platform Character.ai selama proses penjualan. Jika proses tersebut gagal menghasilkan pembeli yang bersedia untuk terus mengoperasikan platform, maka platform tersebut akan ditutup.
Didirikan pada 2021, Character.ai adalah layanan chatbot AI generatif di mana pengguna dapat terlibat dalam percakapan dengan karakter yang dapat disesuaikan. Pengguna dapat membuat "karakter," merancang kepribadiannya, menetapkan parameter tertentu, dan kemudian mempublikasikannya ke komunitas agar orang lain dapat mengobrol.
Pada 2024, di awal demam kecerdasan buatan berkat popularitas chatbot ChatGPT dari OpenAI, miliarder Elon Musk dari X dan CEO Meta Mark Zuckerberg sempat berebut untuk dapat bekerja sama dengan Character.ai. (Wahyu Dwi Anggoro)