IDXChannel - Perusahaan kecerdasan buatan (AI) OpenAI menargetkan peningkatan pendapatan sekitar 10 kali lipat pada 2030.
Dilansir dari the Financial Times pada Minggu (20/9/2026), pendapatan diproyeksikan meningkat dari USD36 miliar (Rp640 triliun) pada 2026 menjadi USD350 miliar (Rp6.200 triliun) di 2030.
Sepanjang periode 2026-2030, total pendapatan diperkirakan mencapai USD840 miliar.
Meski demikian, pencipta chatbot ChatGPT itu memproyeksikan kekurangan kas sebesar USD278 miliar pada periode 2026-2030, terutama didorong oleh investasi besar-besaran untuk meningkatkan daya komputasi.
Untuk menutupi kekuranga itu, OpenAI berencana kembali menggelar putaran pendanaan, setelah menunda penawawan umum perdana (IPO) tahun ini.