Kemenhaj juga telah melakukan sejumlah simulasi untuk mencari skema penerbangan yang lebih efisien, termasuk menghitung kembali alokasi di sejumlah embarkasi dan pembagian porsi penerbangan antar-maskapai.
Selain penawaran maskapai, pergerakan harga avtur dan nilai tukar turut menjadi variabel dalam kalkulasi biaya penerbangan. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus menghitung setiap komponen secara hati-hati sebelum mengambil keputusan.
Sementara itu, pembahasan komponen pelayanan dalam negeri dan layanan luar negeri telah mencapai tahap akhir. Karena itu, penerbangan menjadi salah satu komponen utama yang masih menentukan angka final BPIH.
Ian mengatakan Kemenhaj tetap mengupayakan agar angka BPIH dapat ditekan dari usulan awal yang telah disampaikan dalam pembahasan bersama DPR RI.
Meski demikian, Kemenhaj belum menyampaikan angka akhir karena pembahasan dan negosiasi biaya penerbangan masih berlangsung..“Kalau angka yang tepat, sebetulnya kita masih belum bisa putuskan. Karena tergantung nanti di maskapai. Kalau itu bisa turun, BPIH bisa turun,” ujar Ian.