AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran menanggapi dengan serangan rudal dan drone di seluruh wilayah Timur Tengah dan secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur strategis untuk pasokan energi.
Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman pada Juni setelah upaya mediasi oleh Pakistan dan Qatar. Kesepakatan itu mencakup antara lain gencatan senjata, pembukaan Selat Hormuz, dan negosiasi terkait program nuklir Iran.
Namun, kesepakatan itu hanya berumur pendek. Kedua negara kembali saling serang tak lama kemudian.
Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York bulan lalu bahwa ia berharap untuk mencapai kesepakatan dengan Iran setelah pemilihan paruh waktu AS. (Wahyu Dwi Anggoro)