“Saudara telah menangkap apa arti menjadi pemimpin. Saudara telah menangkap bagaimana bahagianya kalau kita bisa berbuat yang berarti untuk rakyat kita. Apalagi rakyat kita yang paling terpencil, apalagi rakyat kita di desa,” ujar Prabowo.
Di tengah rangkaian peresmian tersebut, Presiden Prabowo kemudian menyapa langsung sejumlah Polda di daerah melalui video conference. Salah satunya Polda Riau.
Dari lokasi Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Gobah, Kabupaten Kampar, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melaporkan langsung kepada Presiden mengenai pembangunan jembatan serta sejumlah program yang dijalankan untuk menjangkau masyarakat di wilayah dengan keterbatasan akses.
Herry mengatakan, arahan Presiden agar setiap unsur negara menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat diterjemahkan di Riau melalui pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi.
“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden agar setiap ujung negara bekerja menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, kami di Riau berusaha menerjemahkan arahan tersebut melalui satu pekerjaan bersama,” kata Herry kepada Presiden.
Kapolda kemudian melaporkan bahwa sebanyak 110 Jembatan Merah Putih Presisi telah dibangun di berbagai wilayah Provinsi Riau melalui kolaborasi Polda Riau dan masyarakat.
“Kami, Polda Riau bersama-sama masyarakat membuat dan membangun 110 Jembatan Merah Putih Presisi,” ujarnya.
Momen dialog dengan Presiden semakin terasa ketika Kapolda memperkenalkan Raisa Adelia, pelajar berusia 13 tahun asal Desa Gobah yang merasakan langsung manfaat pembangunan jembatan tersebut.
Di hadapan Presiden, pelajar MTs Ahmad Dahlan Gobah itu membuka percakapannya dengan sebuah pantun.
“Beli durian di pinggir jalan, dimakan bersama teman sejati. Jembatan Merah Putih menjadi kebanggaan, Pak Presiden senyum, kebanggaan kami,” ucap Raisa.
Raisa kemudian menceritakan kondisi jembatan di desanya sebelum diperbaiki. Jembatan yang rusak dan berlubang sebelumnya menjadi salah satu hambatan bagi dirinya untuk pergi ke sekolah.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah membuat jembatan di desa kami. Dulunya jembatan kami ini rusak parah dan bolong-bolong. Sekarang, kami sudah tidak bersusah payah untuk pergi ke sekolah karena jembatannya sudah bagus. Terima kasih Bapak Presiden, panjang umur dan sehat selalu,” katanya.