Salah satunya Susanah dari Kabupaten Bogor yang bekerja sebagai buruh harian dengan upah Rp700 per kilogram untuk pekerjaan mengupas bawang. “Program Keluarga Harapan dan Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya,” jelas Presiden Prabowo.
Selain itu, hadir Margarelitha Rohi penerima bantuan sosial asistensi rehabilitasi sosial (ATENSI) dari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sejak kecil hidup dalam keterbatasan dan tidak sempat mengenyam pendidikan, pada usia 38 tahun ia masih berdagang sekaligus merawat bibinya yang telah berusia 80 tahun.
“Bantuan sosial ATENSI berupa beras dan minyak menjadi penopang keluarganya,” kata Presiden Prabowo.
Ia menekankan, kehadiran negara bukan untuk menggantikan kerja keras masyarakat, melainkan memastikan dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Negara hadir bukan untuk menggantikan kerja keras rakyat. Negara hadir agar kerja keras rakyat tidak sia-sia,” pungkas Presiden Prabowo.
(Nadya Kurnia)