IDXChannel - Indonesia bakal segera memiliki Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang mengatur harga mulai dari batu bara hingga kopi. Pembentukan Bursa tersebut merupakan kelanjutan dari beleid pengawasan dan pengelolaan ekspor komoditas strategis oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Prabowo menginginkan agar Bursa Mineral dan Komoditas Strategis beroperasi pada 1 Januari 2027 sebagai bentuk kedaulatan Indonesia atas sumber daya alam (SDA) miliknya. Aturan penyelenggaraan Bursa bakal terbit paling lambat 17 September 2026.
"Selama puluhan tahun, Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar untuk komoditas-komoditas penting dunia. Kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, emas, kopi, karet, dan beberapa belas komoditas lainnya," katanya saat menyampaikan Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Kendati demikian, menurut Prabowo, kekayaan Indonesia yang keluar dari bumi dan keringat rakyat justru harganya ditentukan di bursa komoditas negara lain
"Kita menjual komoditasnya, masak mereka yang menentukan harga komoditas itu. Ini tidak masuk akal. Saya tidak mengerti diajarkan ilmu ekonomi semacam ini. Kita yang punya barang, orang lain yang menentukan harganya. Saya bertanya kepada wakil-wakil rakyat, mau kita teruskan situasi seperti ini?" tanya Prabowo di hadapan para anggota DPR-RI dan DPD-RI.