Menurut Prabowo, Indonesia selama ini menanggung biaya produksi, sementara pusat keuangan di luar negeri menikmati sebagian besar nilai transaksinya dan menyimpan keuntungannya.
"Keadaan ini harus berani kita ubah. Saya minta dukungan Dewan Perwakilan Rakyat untuk diperbaiki. Dan saya katakan di sini, saya yakin Saudara-Saudara mendukung saya. Kalau mereka tidak mau bayar harga yang kita pasang, enggak usah beli. Lebih baik komoditas itu, nikel itu, timah itu, emas itu semuanya biar di tanah untuk anak cucu kita," katanya.
Prabowo menjelaskan bahwa pembentukan Bursa tersebut tidak berarti Indonesia bisa seenaknya mengatur harga. Pembentukan harga tetap mengacu mekanisme pasar tergantung permintaan dan penawaran.
"Tapi tentunya kita juga mengerti mekanisme pasar, kalau kita terus tinggi, itu juga enggak masuk akal. Tapi yang penting, Bursanya ada di bumi Republik Indonesia," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan, Bursa Mineral dan Komoditas Strategis nantinya di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan adanya Bursa tersebut, kata dia, Indonesia Reference Price akan dibentuk untuk komoditas-komoditas utama ekspor Indonesia.