Dia mengatakan peningkatan jumlah pengguna juga berdampak terhadap berbagai profesi, baik formal maupun informal, karena biaya transportasi yang terjangkau. Mobilitas pengguna Commuter Line umumnya berkaitan langsung dengan kegiatan ekonomi sehari-hari.
Pertumbuhan pengguna juga didukung integrasi dan konektivitas Commuter Line dengan moda transportasi lainnya. Layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta tercatat melayani 1.976.086 pengguna sepanjang Januari-Oktober 2026, meningkat 0,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, Commuter Line Merak yang melayani wilayah aglomerasi Banten mencatat 4.036.059 pengguna selama Januari-Oktober 2026. Jumlah tersebut meningkat 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 3.654.681 pengguna.
Karina menambahkan, peningkatan volume pengguna menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi publik yang efisien dan aman.
Untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut, KAI Commuter terus melakukan peningkatan kapasitas angkut Commuter Line Jabodetabek. Salah satunya melalui perpanjangan peron Stasiun Bogor agar dapat melayani KRL dengan formasi 12 kereta (SF12).