“Pertumbuhan pengguna menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin menjadi bagian dari perjalanan masyarakat. Pada saat yang sama, pertumbuhan di sejumlah stasiun integrasi menunjukkan pentingnya konektivitas dalam membentuk perjalanan menggunakan transportasi publik,” ujar Radhitya dalam keterangan resmi dikutip Senin (26/10/2026).
Berdasarkan data Januari-September 2026, peningkatan jumlah pengguna tercatat di sejumlah stasiun integrasi. Di Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia, jumlah pengguna yang masuk (tap in) mencapai 3,8 orang, naik sekitar 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 3,2 orang. Adapun jumlah pengguna yang keluar (tap out) mencapai 3,2 orang, tumbuh sekitar 14 persen dari 2,8 juta orang.
Radhitya mengatakan, integrasi antarmoda memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk menyesuaikan perjalanan berdasarkan tujuan dan kebutuhan masing-masing.
“Masyarakat tidak selalu melakukan perjalanan dari satu titik ke titik lainnya dengan satu moda. Dengan adanya konektivitas ini, pengguna dapat menggunakan LRT Jabodebek kemudian melanjutkan perjalanan dengan moda lain, yang memberikan lebih banyak pilihan dalam menyusun perjalanan menggunakan transportasi publik,” katanya.
(Rahmat Fiansyah)