Selanjutnya, tim Ombudsman memilih meninggalkan ruangan resepsionis lapas dan menunggu ke kantin untuk menunggu kehadiran wartawan untuk menyampaikan kembali terjadi penolakan oleh Lapas tersebut.
Di saat menunggu itu, pihak Ombudsman melihat pagar kayu yang berjarak sekitar 100 meter dari kantin tempat mereka menunggu. Setelah tim Ombudsman masuk, memperoleh jawaban jika bangunan yang berada di balik pagar kayu tersebut merupakan rumah dinas Kalapas.
"Kemudian kami melakukan melihat situasi di situ kami masuk ke dalam dan ternyata kami menemukan sebagaimana yang sudah kami sampaikan kemarin yaitu kami menemukan beberapa lokasi hunian di lapas yaitu berupa bangunan yang terlihat seperti homestay, yang terdiri dari seperti ada dinding seng bercat warna biru ya," ujarnya.
"Kemudian juga terdapat rumah seperti klaster. Jadi kita masuk pertama, sebelah kanan itu ada seperti rumah petak warna catnya warna krem atau warna kuning, kemudian di sebelah kiri agak beda berapa meter mungkin sekitaran 10 sampai 20 meter, berdirilah rumah yang bercat warna putih yang berpintu hitam. Sedangkan yang seperti vila ini itu dari rumah warna putih tadi itu belok ke kanan," lanjutnya.
Berdasarkan keterangan petugas yang berada di lokasi, bangunan tersebut merupakan rumah asimilasi. Tim Ombudsman kemudian memasuki bangunan tersebut hingga menemukan botol minuman keras.