IDXChannel—Mengatur jarak kelahiran bukan sekadar perkara perencanaan jumlah anak. Jarak antarkehhamilan juga berkaitan dengan kondisi kesehatan ibu dan anak, termasuk risiko stunting.
Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, Wahidin, menyampaikan sejumlah kajian menunjukkan kecenderungan risiko stunting semakin rendah ketika jarak kelahiran antaranak semakin panjang.
Salah satu kajian yang dipaparkan membandingkan risiko stunting berdasarkan interval kelahiran. Hasilnya menunjukkan kecenderungan bahwa semakin jauh jarak antara kelahiran anak pertama dan berikutnya, semakin kecil peluang terjadinya stunting.
Salah satu alasannya berkaitan dengan kebutuhan bayi untuk mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan.
Ketika seorang ibu kembali hamil dalam waktu yang terlalu dekat setelah melahirkan, kondisi tersebut dapat membuat pemenuhan kebutuhan bayi menjadi lebih menantang, termasuk dalam pemberian ASI.