“Bila memungkinkan, langkah ini dikombinasikan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama BMKG dan TNI untuk memicu hujan buatan di titik-titik yang sulit dijangkau satgas darat,” kata Berton.
Selain itu, pengerjaan sumur bor serta penutupan sekat kanal terus dioptimalkan guna menjaga tinggi muka air tanah tetap basah. Termasuk membatasi akses masyarakat ke lokasi terdampak jadi penting, karena struktur tanah yang tersisa sangat rapuh dan rawan ambles, berisiko membuat warga terperosok ke dalam rongga bara panas.
(Nur Ichsan Yuniarto)