sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menteri KKP Sebut 1.269 Kampung Nelayan Dibangun Tahun Ini, Ditarget Beroperasi 2027

News editor Yuwantoro Winduajie
27/10/2026 15:44 WIB
Kampung Nelayan Modern menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama di wilayah pesisir, desa-desa nelayan, hingga pulau-pulau terpencil.
Menteri KKP Sebut 1.269 Kampung Nelayan Dibangun Tahun Ini, Ditarget Beroperasi 2027. (Foto: Istimewa)
Menteri KKP Sebut 1.269 Kampung Nelayan Dibangun Tahun Ini, Ditarget Beroperasi 2027. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut pembangunan 1.269 kampung nelayan modern tengah dalam proses konstruksi. Pemerintah menargetkan pembangunan tersebut rampung pada akhir 2026 dan dapat beroperasi pada pertengahan 2027 mendatang.

“Sekarang sudah mencapai 100 desa nelayan yang sudah terbangun dan sudah beroperasi. Lalu kemudian di tahun ini juga, secara paralel, ada 1.269 yang sekarang sedang dalam proses konstruksi,” kata Trenggono saat ditemui di Universitas Tarumanagara, Selasa (27/10/2026).

Dia mengatakan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Modern menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama di wilayah pesisir, desa-desa nelayan, hingga pulau-pulau terpencil.

“Terutama adalah soal pembangunan Kampung Nelayan Modern di pesisir, di desa-desa nelayan, di pulau-pulau, ya, yang sangat remote, dan lain sebagainya, itu kita lakukan,” ujarnya.

Selain pembangunan Kampung Nelayan Modern, Trenggono menyebut pemerintah tengah membangun tambak terintegrasi di Waingapu, NTT. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2027.

“Tapi poinnya adalah di daerah Waingapu itu adalah wilayah yang sangat miskin, yang belum pernah disentuh pembangunan. Di era inilah itu sudah dibangun. Sekarang sedang dalam proses konstruksi, harapannya akhir 2027 ini akan selesai,” tuturnya.

Program berikutnya adalah mendorong swasembada garam melalui pembukaan lahan di Rote, NTT. Trenggono menyebut Indonesia selama ini mengimpor garam tidak kurang dari 3 juta ton.

“Kita selalu mengimpor tidak kurang dari 3 juta ton garam, dan kita sudah mulai membuka lahan di Rote,” katanya.

Menurut Trenggono, pemilihan Rote juga mempertimbangkan lokasinya yang terpencil dan berbatasan dengan Australia. Dia mengatakan program tersebut diharapkan dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

“Dan ini adalah pencapaian yang sangat strategis, ya. Pertama, membuka lapangan kerja di lokal, dan kita hire juga orang-orang lokal,” ujarnya.

Trenggono juga menyampaikan pembangunan budidaya tematik darat yang direncanakan di 40.000 desa. Hingga akhir 2026, pemerintah menargetkan pembangunan di 1.600 titik dapat diselesaikan.

“Dan kita sekarang sudah mulai, akhir tahun ini tentu akan selesai 1.600 titik, ya, dari target 40.000 yang akan dikembangkan,” katanya.

Selain itu, Trenggono menyebut revitalisasi Pantai Utara Jawa (Pantura) sebagai salah satu program yang tengah dikerjakan. Menurut dia, revitalisasi dilakukan di wilayah yang mengalami kerusakan berat, sekaligus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

“Itu wilayah yang sudah rusak berat, yang tentu selain revitalisasi itu juga salah satunya untuk meningkatkan apa namanya? Pertumbuhan ekonomi dan sekaligus pembukaan lapangan kerja. Ada 120.000 oranglah kira-kira ya,” pungkasnya.

(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement