IDXChannel - Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir memimpin rapat koordinasi mengenai koordinasi dan komunikasi dengan negara-negara di kawasan dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lintas batas.
Dalam pertemuan yang digelar pada Selasa kemarin itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, dan perwakilan dari Kementerian Keuangan juga ikut serta.
Rapat ini secara khusus menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto berkenaan dengan upaya penanganan praktik bisnis tidak bertanggung jawab yang berdampak pada karhutla di wilayah Indonesia.
“Penanganan karhutla menjadi prioritas utama. Untuk memutus mata rantai praktik bisnis yang tidak bertanggung jawab, diperlukan sinergi seluruh kementerian dan lembaga terkait serta kerja sama yang baik dengan negara mitra,” kata menteri yang akrab disapa Tata itu, dikutip pada Rabu (4/11/2026).
Sebelumnya, arahan Prabowo juga telah ditindaklanjuti melalui pertemuan bilateral Menlu RI dengan Menlu Singapura, Vivian Balakrishnan, pada 27 Oktober 2026.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat membentuk Joint Task Force on Strengthening Business Responsibilities between Indonesia and Singapore (JTF).
Indonesia menilai JTF dapat menjadi wadah untuk memperkuat pertukaran informasi dan rasa saling percaya dengan Singapura dalam penanganan karhutla.
Ke depan, Tata juga berharap JTF dapat menjadi wadah untuk menangani persoalan strategis lain dalam memastikan praktik bisnis bertanggung jawab yang melibatkan kedua negara.
Mengarah kepada tujuan tersebut, rapat membahas persiapan pembentukan JTF seperti modalitas dan lingkup kerja sesuai tugas dan kewenangan masing-masing Kementerian.
Para Menteri menegaskan komitmen Pemerintah untuk terus bersinergi dalam menangani kebakaran hutan dan lahan secara tegas dan berkelanjutan. (Wahyu Dwi Anggoro)