IDXChannel—Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memantau harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Potrojayan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (21/9/2026).
Hasil pemantauan menunjukkan harga dan pasokan sejumlah komoditas relatif stabil dan terkendali.
Budi mengatakan pemerintah terus berkomitmen untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bapok melalui berbagai kebijakan, termasuk Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan (HA).
Menurutnya, kedua kebijakan tersebut menjadi titik keseimbangan agar produsen memperoleh harga yang layak, sementara daya beli konsumen tetap terjaga.
“HET atau HA menjadi titik temu antara produsen dan konsumen. Harga yang terlalu rendah dapat menekan produsen dan mengurangi insentif produksi jangka panjang. Di sisi lain, harga harus berada di tingkat yang wajar agar konsumen tidak dirugikan,” ujar Budi seusai pemantauan.
Sejumlah harga bapok yang terpantau yakni daging ayam ras Rp38.000 per kilogram, telur ayam ras Rp26.000 per kilogram, bawang merah dan bawang putih honan masing-masing Rp30.000 per kilogram, serta cabai merah keriting Rp45.000 per kilogram.
Sementara itu, beras SPHP Bulog dijual Rp12.500 per kilogram, Minyakita Rp15.700 per liter, minyak goreng curah Rp18.400 per liter, minyak goreng premium Rp24.000 per liter, dan tepung terigu Rp12.000 per kilogram.
Adapun beras medium Rp14.000, beras premium Rp15.000, gula pasir Rp18.000, daging sapi Rp150.000, dan cabai rawit merah Rp65.000 per kilogram.
Budi menyebut kondisi pasokan dan harga bapok di Pasar Potrojayan relatif memadai dan terkendali. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dinilai membantu menjaga permintaan sejumlah komoditas, terutama telur dan daging ayam.
“Menu makanan dalam MBG seperti telur dan ayam turut menjadi penyeimbang pasokan dan permintaan,” ujarnya.
Untuk menjaga stabilitas bahan pokok, Kemendag berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk memantau harga dan pasokan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.
Kemendag juga berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk mengoptimalkan penyaluran beras SPHP melalui pasar rakyat dan toko swalayan.
Sementara itu, pedagang kelontong Pasar Potrojayan, Nur, mengatakan pasokan bapok di tokonya cukup dan harga relatif stabil. Harga telur saat ini berada di kisaran Rp24.000-Rp25.000 per kilogram.
“Inginnya sih harga-harga bisa turun agar makin terjangkau,” ujar Nur.
(Kidung Dhia)