"Dalam perjalanannya saya baru paham lagi Pak Tito (Mendagri) bahwa Dukcapil itu kuncinya, backbone-nya rupanya. Saya belajar, 'Oh, ini Dukcapil kalau kita sudah masuk Dukcapil dan semua antar kementerian lembaga ini berbicara datanya, itu akan cepat'," ujarnya.
Luhut mengungkapkan, pemerintah kemudian mulai memanfaatkan AI untuk menghubungkan dan membersihkan data dari berbagai kementerian dan lembaga. Dia mengklaim teknologi tersebut membuat proses integrasi data berlangsung lebih cepat tanpa banyak campur tangan manusia.
"Semua data itu berbicara satu sama lain di-support oleh AI, dan AI me-cleansing semua data itu jadi menjadi terintegrasi. Dan prosesnya jadi sangat cepat, tidak ada lagi campur tangan manusia. Semua hanya kita mengawasi," katanya.
Luhut juga menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa ke depan subsidi pemerintah dapat disalurkan langsung kepada penerima manfaat, bukan lagi berbasis komoditas atau produk.
Menurutnya, sistem itu akan membuat bantuan sosial lebih tepat sasaran dan transparan. Saat ini, sistem integrasi data tersebut telah diuji coba di 243 kabupaten/kota.
"Subsidi itu tidak lagi pada produk tapi langsung ke manusia. Langsung ke manusia," kata Luhut.
(Dhera Arizona)