Dia menyebut pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), membuat proses layanan menjadi lebih cepat dan akurat.
"Setelah kita gunakan AI prosesnya jauh lebih cepat dan jauh lebih akurat," ujar Luhut. Ia menambahkan program digitalisasi pemerintahan tersebut saat ini telah berjalan di 243 kabupaten/kota sebagai tahap uji coba. Dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, perluasan implementasi akan terus dilakukan sebelum diluncurkan secara nasional.
"Presiden juga sudah memerintahkan untuk kita gunakan digitalisasi yang disupport oleh AI," katanya.
(kunthi fahmar sandy)