sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kemenhut Terkendala Aksesibilitas dan Pasokan Air saat Padamkan Karhutla di Kalimantan

News editor Felldy Utama
12/10/2026 00:01 WIB
Kemenhut terus berupaya melakukan pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan.
Kemenhut Terkendala Aksesibilitas dan Pasokan Air saat Padamkan Karhutla di Kalimantan. (Foto: Dok. Kemenhut)
Kemenhut Terkendala Aksesibilitas dan Pasokan Air saat Padamkan Karhutla di Kalimantan. (Foto: Dok. Kemenhut)

IDXChannel - Manggala Agni Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyatakan terus berupaya melakukan pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan. Namun, ada berbagai tantangan yang dihadapi petugas di lapangan dalam upaya pemadaman.

"Pemadaman terus dilakukan. Apalagi juga Pak Menteri kan juga menugaskan kami untuk membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) dan juga melibatkan masyarakat itu di kegiatan-kegiatan pemadaman,” kata Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Kalimantan Yudo Shekti Mutiko, Minggu (11/9/2026).

Yudo mengatakan salah satu tantangan utama dalam pemadaman Karhutla adalah aksesibilitas. Tidak semua lokasi kebakaran mudah dijangkau, namun petugas tetap berupaya mencapai lokasi, termasuk melalui jalur air.

Sementara itu, pemadaman udara juga tidak selalu dapat menjadi pilihan ketika kondisi tidak memungkinkan.

“Tantangan yang utama itu aksesibilitasnya luar biasa. Tidak semua bisa kita jangkau. Tapi biarpun sulit-sulitnya dijangkau, kita tetap berupaya. Mau lewat air kita kerjain juga,” ujarnya.

Selain akses, kata dia, keterbatasan sumber air akibat musim kemarau juga menjadi tantangan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Manggala Agni sejak awal mengembangkan sumur bor sebagai salah satu solusi pemadaman di lokasi yang sulit mendapatkan sumber air.

Upaya serupa juga mulai dilakukan pemerintah daerah, BPBD, Dinas Kehutanan, Polri dan TNI.

Yudo memastikan berbagai kendala tersebut tidak menghentikan upaya pemadaman. Petugas tetap bekerja, termasuk pada malam hari, untuk menangani Karhutla di lapangan. 

“Kesulitan ada, tapi bukan berarti kita nggak berupaya ya, kita tetap lakukan terus. Terus teman-teman juga kayak jangankan siang, malam juga dikerjakan,” ujarnya. (Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement