"Sementara itu, Stasiun Sudirman Baru mencatat 2.439.757 aktivitas masuk dan keluar melalui gerbang sepanjang Januari–September 2026. Kedua angka memiliki cakupan periode berbeda mengikuti perubahan layanan, sehingga tidak digunakan sebagai perbandingan pertumbuhan kedua stasiun," tututnya
Khusus September 2026, kata dia, aktivitas masuk dan keluar melalui gerbang KRL di Sudirman Baru mencapai 646.411, meningkat dibandingkan 190.060 aktivitas pada Agustus. Perubahan ini sejalan dengan pengalihan layanan dari Karet, yang membuat aktivitas pelanggan tercatat di lokasi layanan yang berbeda.
"Fasilitas yang disiapkan mencakup satu travelator datar sepanjang 20 meter dan dua travelator vertikal. Penataan kawasan juga meliputi koridor pejalan kaki, lanskap, area penurunan penumpang kendaraan lanjutan, eskalator akses, serta kanopi selasar. Pekerjaan kawasan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 31 Desember 2026," katanya. (Wahyu Dwi Anggoro)