"Sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden (Prabowo), kami diminta memberikan perhatian, termasuk kepada keluarga maupun kepada putra-putri saudara-saudara kita yang telah berjuang menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan di tengah mara bahaya yang membutuhkan pengorbanan," kata dia.
Dia menegaskan, pemerintah hingga saat ini terus berupaya memadamkan karhutla, meskipun proses tersebut menghadirkan risiko yang sangat tinggi bagi para petugas di lapangan.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (5/11/2026), sebanyak 1.468 titik api karhutla tersebar di enam provinsi. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Papua Selatan.
Hingga saat ini, aktivitas kebakaran di sejumlah wilayah masih meningkat sehingga membutuhkan penanganan intensif.