IDXChannel - Iran mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu dua hari jika Amerika Serikat (AS) memenuhi persyaratannya.
Dilansir dari Investing pada Senin (2/11/2026), usulan itu muncul di tengah kemungkinan pecahnya pertempuran baru antara Iran dengan AS-Israel.
Menurut Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, mediator Qatar membantu merevisi proposal pembukaan kembali selat dalam tujuh hari dari Teheran.
Berdasarkan revisi tersebut, AS akan memenuhi sejumlah syarat pada hari pertama dan selat akan dibuka kembali di hari kedua.
Diskusi antara negosiator Iran dan mediator Qatar memasuki hari yang ketiga. AS memantau pembicaraan itu meski tidak terlibat secara langsung.