"Kami menggunakan data surveilans sebagai dasar perencanaan kebutuhan obat, bukan berdasarkan kepanikan. Setiap tablet akan diarahkan kepada pasien yang paling membutuhkan berdasarkan penilaian tenaga kesehatan," ujar Lucia.
Dokter Konsultan Pulmonologi Intervensi dan Kegawatdaruratan, Napas Pompini Agustina Sitompul, menjelaskan bahwa antivirus terutama dibutuhkan oleh pasien influenza berat yang memerlukan bantuan oksigen serta kelompok rentan, seperti balita, lansia, ibu hamil, penderita komorbid, dan pasien dengan sistem imun lemah.
Sementara itu, Ahli Farmakologi Dewi Selvina Rosdiana memaparkan analisis terhadap lebih dari 2.500 anak dengan influenza tanpa komplikasi. Hasilnya menunjukkan bahwa oseltamivir hanya memangkas durasi sakit rata-rata sekitar 18 jam dibandingkan dengan plasebo.
Karena itu, masyarakat diminta tidak membeli, menyimpan, atau menggunakan Oseltamivir tanpa resep dokter. Penggunaan antivirus tanpa indikasi juga dapat meningkatkan risiko resistensi virus terhadap obat.
(Kidung Dhia)