IDXChannel - Ekspor minyak mentah dari produsen utama Timur Tengah mencapai 12,8 juta barel per hari (bph) pada September 2026.
Dilansir dari Dawn pada Senin (28/9/2026), itu merupakan angka tertinggi sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel memulai perang dengan Iran dimulai pada Februari.
Menurut data dari perusahaan riset Kpler, kenaikan ini didorong oleh peningkatan ekspor dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).
Ekspor minyak melalui Selat Hormuz meningkat menjadi 7,4 juta bph bulan ini. Arab Saudi mengalihkan pengiriman dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah setelah serangan drone yang merusak jalur pipa Timur-Barat.
Meskipun ekspor dari kawasan tersebut berangsur pulih, angkanya masih di bawah level sevelum perang yang mencapai 18,8 juta bph yang dicatat sebelum perang.