Wihaji mengungkapkan, total kontribusi yang berhasil dihimpun melalui program GENTING mencapai sekitar Rp96 miliar. Penggunaan dana tersebut tercatat secara terperinci berdasarkan jenis bantuan yang diberikan, mulai dari pemenuhan kebutuhan gizi, pembangunan rumah layak huni, penyediaan jamban, hingga pemenuhan akses air bersih.
"Tapi Rp96 miliar, kayak gitu ya, bisa kelihatan. Melihatnya, ini angka-angkanya semuanya bisa dipertanggungjawabkan, semuanya dipertanggungjawabkan. Datanya ada, termasuk nutrisinya berapa, rumah layak huninya berapa, jambannya berapa, air bersihnya berapa," jelasnya.
Dia menambahkan, penyaluran bantuan GENTING dilakukan secara langsung oleh orang tua asuh kepada keluarga yang membutuhkan. Skema tersebut sengaja diterapkan tanpa perantara kementerian agar kontribusi yang diberikan benar-benar berasal dari partisipasi masyarakat, bukan pembiayaan negara.
"Ini bagian dari warga negara kita yang memang membutuhkan. Semangatnya adalah membantu agar anak-anak kita tidak mengalami stunting," ucapnya.
Wihaji menyebutkan, terdapat sekitar 8,1 juta Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Indonesia yang membutuhkan perhatian dalam upaya pencegahan stunting.