sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dubes Palestina Buka Suara Soal Indonesia Diminta Mundur dari BoP oleh PBB

News editor Zakky Mubarok Santosa
02/11/2026 02:00 WIB
Dubes Palestina untuk Indonesia buka suara terkait pernyataan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang meminta Indonesia mundur dari Board of Peace (BoP).
Dubes Palestina Buka Suara Soal Indonesia Diminta Mundur dari BoP oleh PBB. (Foto: Zakky Mubarok Santosa/iNews Media Group)
Dubes Palestina Buka Suara Soal Indonesia Diminta Mundur dari BoP oleh PBB. (Foto: Zakky Mubarok Santosa/iNews Media Group)

IDXChannel - Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H.E. Abdulfattah A.K. Al-Sattari, buka suara terkait pernyataan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang meminta Indonesia mundur dari Board of Peace (BoP).

Abdulfattah mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam BoP merupakan kewenangan pemerintah. Meski demikian, ia berpandangan posisi BoP saat ini sudah tidak lagi memiliki pengaruh yang kuat.

"Ya, tentu keputusan Indonesia soal BoP ini tentu saya mengomentarinya adalah kembali kepada kebijakan Indonesia itu sendiri. Tetapi memang Board of Peace ini secara kedudukan dia sudah sangat hambar seperti itu," ujar Abdulfattah di Plaza Selatan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (1/11/2026).

Pasalnya kata Abdulfattah, BoP saat ini sudah kehilangan fokus untuk memperhatikan situasi bangsa Palestina, lantaran situasi dinamika global dan kesibukan internal Amerika.

​"Amerika sendiri sekarang sangat sibuk mengurusi banyak urusan: Iran, Yaman, ya, Libya, terus Lebanon, dan sebagainya. Jadi kesibukan Amerika ini juga membuat Board of Peace ini tidak lagi fokus seperti itu," katanya.

Meski begitu, Abdulfattah memuji kelihaian diplomasi Indonesia yang dinilainya cermat dalam memperhitungkan setiap langkah politik internasional untuk mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. 

"Tapi saya bisa simpulkan bahwa Indonesia ini sangat-sangat cerdas sekali dalam memainkan politiknya, khususnya dalam isu mendukung Palestina," jelasnya. 

Menurutnya, Indonesia memiliki kemampuan penuh untuk menentukan langkah strategis demi membantu dan mewujudkan perjuangan bangsa Palestina merih kemerdekaan atas Zionisme Israel. 

"Jadi saya rasa Indonesia juga sudah bisa menilai dan memutuskan ya apa yang terbaik dan bagaimana cara mendukung Palestina secara optimal seperti itu," tuturnya. 

Lebih jauh, ia juga meyakini bahwa apa pun kebijakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia akan selalu berorientasi pada kebaikan bersama dan perjuangan bangsa Palestina.

"Ya, pada prinsipnya saya meyakini semua kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah Indonesia pasti memiliki kebaikan dan kemaslahatan bagi bangsa Palestina. Presiden, pemerintah, dan rakyat Indonesia selalu saya rasakan bersama bangsa Palestina," kata dia.

Sebelumnya, Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia di Wilayah Palestina, Francesca Albanese, meminta Pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan kembali keterlibatannya dalam BoP yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

Albanese menekankan rancangan BoP dibentuk di bawah pengaruh dominan Amerika Serikat dan Israel, serta dinilai tidak memberikan ruang yang cukup bagi keterwakilan suara rakyat Palestina.

"Saya memahami niat baik (Indonesia). Saya tetap berpikir bahwa ini sangat berbahaya karena berisiko menormalisasi mekanisme yang sangat tidak normal," ucap Albanese dalam wawancara bersama Reuters, Kamis (22/10/2026) lalu.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement