"Jadi, selisih terhadap target penerima manfaat bukan berarti program berhenti, ini merupakan bagian dari proses pembenahan agar ekspansi MBG berjalan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan," imbuhnya.
Sudaryono pun mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan layanan MBG dimulai dari wilayah 3T yang angka stuntingnya tinggi.
"Dimulai dari luar Pulau Jawa, dan kemudian kami ke wilayah-wilayah lain yang memang membutuhkan, termasuk di dalam Pulau Jawa, kita mulai tahapannya dari yang paling membutuhkan terlebih dahulu," pungkasnya.
(Nadya Kurnia)