IDXChannel—Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut, pihaknya sudah mencoret lebih dari seribu sekolah sebagai penerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk itu, ia berkata, layanan MBG akan dialihkan ke daerah yang membutuhkan seperti 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Hal itu diungkapkan Sudaryono saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi IX DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).
"Sudah kami umumkan sebanyak 1.653 sekolah ditetapkan tidak lagi menerima MBG dan layanan akan semakin diarahkan ke kelompok yang membutuhkan, termasuk wilayah 3T dan daerah dengan kebutuhan intervensi gizi yang tinggi karena status stunting yang tinggi dan tinggi sekali," kata Sudaryono.
Di sisi lain, Sudaryono menyampaikan, pihaknya juga telah mengevaluasi SPPG. Langkah ini dilakukan lantaran ia tak ingin mengejar jumlah penerima manfaat dengan mengorbankan kualitas dan keamanan.
"Oleh karena itu, standar hygiene dan sanitasi, SLHS kami tegakkan secara konsisten dan strict, SPPG yang belum memenuhi ketentuan dilakukan suspend sampai dengan syarat dipenuhi dan perbaikan dilakukan. Manakala tidak dilakukan, maka kami suspend total, kami tutup secara permanen," ucap Sudaryono.
"Jadi, selisih terhadap target penerima manfaat bukan berarti program berhenti, ini merupakan bagian dari proses pembenahan agar ekspansi MBG berjalan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan," imbuhnya.
Sudaryono pun mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan layanan MBG dimulai dari wilayah 3T yang angka stuntingnya tinggi.
"Dimulai dari luar Pulau Jawa, dan kemudian kami ke wilayah-wilayah lain yang memang membutuhkan, termasuk di dalam Pulau Jawa, kita mulai tahapannya dari yang paling membutuhkan terlebih dahulu," pungkasnya.
(Nadya Kurnia)