Namun, ketika terjadi inversi suhu, terdapat lapisan udara yang lebih hangat di atas udara yang lebih dingin. Lapisan ini menghambat pergerakan vertikal udara, sehingga pertumbuhan awan menjadi lebih sulit dan asap berpotensi terakumulasi di dekat permukaan.
“Lapisan inversi ini dapat diibaratkan sebagai penutup yang menghambat pergerakan udara ke atas. Akibatnya, asap dari kebakaran sulit menyebar secara vertikal dan semakin terkonsentrasi di dekat permukaan. Pada saat yang sama, kondisi atmosfer yang stabil juga menghambat pertumbuhan awan hujan,” kata Heru dikutip dari laman resmi BRIN, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, salah satu pendekatan yang tengah dicoba oleh tim terpadu dalam operasi modifikasi cuaca adalah penyemaian es kering atau karbon dioksida padat.
Berbeda dengan penyemaian awan yang bertujuan meningkatkan peluang turunnya hujan pada awan yang memenuhi persyaratan, penggunaan es kering dalam konteks ini diarahkan untuk menguji kemungkinan terjadinya perubahan kondisi termal pada lapisan inversi.