IDXChannel - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan dukungan evaluasi kajian ilmiah terhadap upaya penanggulangan kabut asap melalui operasi modifikasi cuaca menggunakan es kering atau dry ice. Teknologi tersebut tengah diuji dan dievaluasi untuk mengetahui kemampuannya dalam memengaruhi kestabilan lapisan atmosfer yang menghambat pergerakan asap dan pembentukan awan hujan.
Sebab, tebalnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya dipengaruhi oleh besarnya kebakaran, tetapi juga kondisi atmosfer yang membuat asap tertahan di dekat permukaan bumi.
Perekayasa Utama Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN Florentinus Heru Widodo mengatakan, kondisi atmosfer pada wilayah terdampak karhutla saat ini menghadapi tantangan tersendiri bagi pelaksanaan modifikasi cuaca.
Menurutnya, dalam kondisi atmosfer normal, suhu udara umumnya semakin menurun seiring bertambahnya ketinggian. Kondisi ini memungkinkan udara hangat di dekat permukaan bergerak naik melalui proses konveksi dan mendukung pertumbuhan awan.