Proposal tersebut berjangka waktu enam bulan dan mencakup 66 proyek, termasuk perumahan sementara, pembersihan puing-puing, dan pembangunan infrastruktur seperti transportasi umum.
Rencana tersebut juga mencakup demiliterisasi di wilayah Palestina tersebut, yang berarti Hamas harus menyerahkan senjatanya, dan Israel menarik mundur pasukannya.
Meskipun ada kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi AS pada Oktober 2025, Israel terus melakukan serangan udara dan membatasi masuknya peralatan yang menurut kelompok internasional diperlukan agar rekonstruksi wilayah tersebut dapat dimulai.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini mengatakan bahwa Israel menguasai 60 persen Jalur Gaza.
Dewan tersebut mencatat bahwa kerusakan di seluruh Gaza diperkirakan mencapai USD35,2 miliar, dengan pemulihan membutuhkan sekitar USD71,4 miliar. (Wahyu Dwi Anggoro)