“Manakala lebih dari jam yang ditentukan, kami mohon dengan sangat hormat untuk tidak dikonsumsi. Saya ulangi, untuk tidak dikonsumsi manakala melewati jam batas yang ditentukan,” katanya.
Sudaryono menekankan keamanan pangan menjadi salah satu aspek utama dalam pelaksanaan MBG. Karena itu, selain memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, makanan yang disalurkan juga harus dipastikan aman saat dikonsumsi.
Dia menegaskan, keberhasilan penerapan aturan tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, terutama sekolah, guru, dan peserta didik. Kepatuhan terhadap batas waktu konsumsi diharapkan dapat mencegah risiko keamanan pangan sekaligus memastikan manfaat program diterima secara optimal.
“MBG ini harus aman, MBG ini harus bergizi. Insyaallah kami, Badan Gizi Nasional, terus meningkatkan pelayanan, pengawasan, monitoring, dan kolaborasi dari semua pihak agar program ini berjalan dengan baik,” kata Sudaryono.
(Dhera Arizona)