sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Banjir Lahar Gunung Semeru Berlangsung Enam Jam, Penambang Pasir Diminta Stop Aktivitas

News editor Binti Mufarida
02/11/2026 15:23 WIB
Gunung Semeru tercatat mengalami banjir lahar akibat hujan lebat sejak Minggu (1/11/2026) pukul 23.40 WIB. Penambang pasir diminta hentikan aktivitas.
Banjir Lahar Gunung Semeru Berlangsung Enam Jam, Penambang Pasir Diminta Stop Aktivitas. (Foto: iNews Media Group)
Banjir Lahar Gunung Semeru Berlangsung Enam Jam, Penambang Pasir Diminta Stop Aktivitas. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Gunung Semeru tercatat mengalami banjir lahar akibat hujan lebat sejak Minggu (1/11/2026) pukul 23.40 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan getaran banjir terjadi selama 6 jam.

Ketua Tim Kerja Gunung Api di PVMBG, Heruningtyas Desi Purnamasari mengatakan, dari hasil pemantauan hujan terjadi di sekitar Gunung Semeru sejak tadi malam pukul 23.40 WIB hingga laporan ini disampaikan. 

"Pada periode pukul 00.00–06.00 WIB, alat pemantauan merekam getaran banjir selama 6 jam dengan amplitudo maksimum 65 mm," ungkap Heruningtyas dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).

Heruningtyas mengatakan bahwa Gunung Semeru masih berstatus Level III (Siaga). Namun, potensi bahaya hujan dapat mengangkut endapan material vulkanik menjadi aliran lahar melalui sungai-sungai yang berhulu di Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungainya. 

"Kondisi ini membahayakan penambang pasir, pengemudi angkutan material, dan masyarakat yang beraktivitas di alur maupun bantaran sungai," kata Heruningtyas.

Heruningtyas juga meminta penambang pasir dan masyarakat di aliran sungai yang berpotensi dilalui lahar diimbau segera menghentikan aktivitas dan menjauh dari alur serta bantaran sungai menuju tempat aman. 

"Masyarakat diminta mematuhi zona larangan aktivitas, khususnya sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 km dari puncak. Di luar jarak tersebut, area hingga 500 meter dari tepi sungai harus dikosongkan dari aktivitas karena potensi perluasan awan panas dan lahar hingga 17 km dari puncak," kata Heruningtyas

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement