Gejala penurunan aktivitas Gunung api Anak Krakatau juga didukung oleh data deformasi yang memperlihatkan adanya penurunan atau deflasi. Pada 20 September 2026, tercatat satu kali Gempa Low Frequency dan Tremor Menerus dengan rata-rata amplitudo 2 mm.
Dengan status Level II (Waspada), masyarakat di sekitar Gunung api Anak Krakatau serta pengunjung, wisatawan, dan pendaki diminta mematuhi rekomendasi keselamatan.
"Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar dan hujan abu lebat," kata Lana.
Badan Geologi juga mengimbau masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung untuk tetap tenang dan tidak mempercayai isu mengenai erupsi Gunung api Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami. (Febrina Ratna Iskana)