Dari total penerbangan domestik yang terdampak, sebanyak 1.544 penerbangan dibatalkan atau ditunda, sedangkan 1.170 penerbangan mengalami keterlambatan. Selain itu, terdapat 25 penerbangan yang dialihkan ke bandara lain, enam penerbangan kembali ke bandara keberangkatan, dan 30 penerbangan yang jadwalnya dimajukan.
Sebaran kabut asap kini mencakup Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua, hingga NTT. Sejumlah bandara yang terdampak antara lain Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, Supadio di Pontianak, Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, Sultan Babullah di Ternate, Pattimura di Ambon, Mozes Kilangin di Timika, Rendani di Manokwari, serta H Hasan Aroeboesman di Ende.
Di Sumatera, dampak asap juga terpantau di Bandara Sultan Thaha di Jambi dan Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang.
Kondisi jarak pandang yang menurun akibat asap dapat mengganggu proses lepas landas, pendaratan, hingga pergerakan pesawat di sekitar bandara. Situasi tersebut berpotensi memicu keterlambatan, pengalihan rute, maupun pembatalan penerbangan.