Dilansir dari Variety pada 5 Oktober 2026, tingginya utang membuat Skydance harus menjalankan strategi pengurangan utang secara agresif dalam beberapa tahun mendatang. Perusahaan diperkirakan masih memiliki tingkat leverage yang tinggi pada 2026 hingga 2027 sebelum mulai membaik pada tahun-tahun berikutnya.
S&P Global Ratings memperkirakan rasio utang terhadap EBITDA Skydance masih berada di sekitar tujuh kali pada 2026–2027. Rasio tersebut ditargetkan turun menjadi tiga kali atau lebih rendah pada 2029.
Target tersebut dinilai cukup menantang karena Skydance harus mengurangi beban utang sekaligus mempertahankan investasi untuk mengembangkan bisnis. Perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara penggunaan kas untuk pembayaran utang dan kebutuhan pendanaan operasional serta ekspansi.
Variety juga melaporkan bahwa Moody’s memberikan peringkat kredit Ba3 kepada Skydance, yang berada di bawah kategori investment grade. Sementara itu, S&P dan CreditSights memberikan penilaian yang relatif lebih optimistis, meski tetap menyoroti tingginya leverage serta kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas bebas untuk memenuhi kewajibannya.
Beberapa tahun ke depan akan menjadi periode penting bagi CEO David Ellison untuk membuktikan bahwa merger tersebut tidak hanya mampu menghasilkan pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperbaiki kondisi keuangan perusahaan.
(Birru Aisyah)