IDXChannel—Apa yang dimaksud dengan shrinkflation? Pernahkah Anda merasa snack favorit lebih cepat habis, padahal harganya masih sama? Atau menyadari bahwa ukuran sabun, tisu, atau produk kebutuhan sehari-hari tampak sedikit lebih kecil dibandingkan sebelumnya?
Contohnya, keripik kentang yang sebelumnya berisi 100 gram dapat berubah menjadi 85 gram dengan harga yang masih berada di kisaran yang sama. Hal serupa dapat terjadi pada produk lain, seperti tisu yang jumlah lembarnya berkurang atau deterjen cair yang volumenya disesuaikan.
Bisa jadi, Anda sedang berhadapan dengan shrinkflation. Istilah ini merupakan gabungan dari kata shrink yang berarti menyusut dan inflation yang berarti inflasi.
“Sederhananya, shrinkflation terjadi ketika produsen mengurangi ukuran, berat, atau volume suatu produk, sementara harganya tetap sama atau mengalami perubahan yang relatif kecil,” ucap Head of Retail Banking Brand & Marketing Bank Jago, Michael Hartawan, dalam keterangan resminya, Jumat (2/10/2026).
Bagi konsumen, perubahan tersebut mungkin terlihat sepele. Namun, jika terjadi pada berbagai produk kebutuhan sehari-hari, pengeluaran bulanan bisa ikut terdampak karena produk yang biasanya cukup untuk satu bulan, bisa lebih cepat habis dan membuat frekuensi pembelian meningkat.