Ketika kebutuhan berubah, kita tidak sekadar mengurangi pengeluaran, tetapi memahami prioritas dan menyesuaikan alokasi dana dengan kebutuhan yang ingin didahulukan. Lantas, bagaimana menyiasatinya tanpa harus mengurangi kebutuhan secara drastis?
Berikut ini adalah 3 tips menghadapi shrinkflation
3 Tips Menghadapi Shrinkflation
1. Audit kebutuhan dan pola belanja
Sebelum mengurangi atau mengganti produk, coba audit kembali kebiasaan belanja. Perhatikan apa yang dibeli, berapa banyak yang digunakan, seberapa sering produk habis, dan berapa biaya yang sebenarnya dikeluarkan.
Misalnya, kamu biasanya membeli shampoo ukuran 180 ml seharga Rp50.000 dan satu botol habis dalam dua bulan. Jika ukurannya berubah menjadi 160 ml dengan harga tetap Rp50.000, satu botol mungkin akan habis lebih cepat.
Artinya, dalam setahun kamu bisa membutuhkan lebih banyak botol dan mengeluarkan biaya lebih besar. Dengan mencatat harga, ukuran, dan frekuensi pembelian, kamu bisa melihat apakah perubahan ukuran tersebut benar-benar berdampak pada pengeluaranmu.
2. Bandingkan harga, ukuran, dan value
Jangan hanya melihat harga yang tercantum di label. Ketika ukuran produk berbeda, bandingkan harga berdasarkan satuan, misalnya harga per gram, per mililiter, atau per lembar. Cara ini membantu melihat apakah produk yang terlihat lebih murah memang memberikan lebih banyak value.