sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wamenko Perekonomian soal Dana Asing Keluar: Harga Turun, Investor Domestik Silakan Serok Sekarang

Market news editor Iqbal Dwi Purnama
16/10/2026 21:11 WIB
Ketika dana asing keluar dari pasar modal dan membuat harga saham tertekan, maka bisa dimanfaatkan investor domestik untuk mengoleksi saham murah.
Wamenko Perekonomian soal Dana Asing Keluar: Harga Turun, Investor Domestik Silakan Serok Sekarang. (Foto Istimewa)
Wamenko Perekonomian soal Dana Asing Keluar: Harga Turun, Investor Domestik Silakan Serok Sekarang. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Wakil Menteri Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan, ketika dana asing keluar dari pasar modal dan membuat harga saham sejumlah emiten tertekan, maka bisa dimanfaatkan oleh investor domestik untuk mengoleksi saham dengan harga yang lebih murah.

Dradjad menuturkan, terjadinya koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 11,57 persen ke level 5.185 pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (16/10/2026), dikarenakan sikap panik dari para investor domestik menyikapi pengumuman penyedia indeks global MSCI terkait potensi penurunan klasifikasi pasar modal.

"Malah mungkin dengan asing keluar, harga turun, investor dalam negeri silakan serok aja sekarang," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Dradjad menyampaikan, investor dalam negeri seharusnya bisa lebih menganalisa pasar sendiri, dengan mengesampingkan sentimen dari MSCI. Sebab, saat ini Bursa Efek Indonesia (BEI) juga masih terus menjalankan agenda transformasi integritas pasar modal untuk menciptakan iklim pasar yang lebih bagus ke depannya.

Dia berharap para investor domestik tidak perlu melakukan panik berlebihan dengan hingga memicu aksi jual masif. Sebab, beberapa emiten yang juga masih memiliki kinerja dan fundamental perusahaan yang cukup baik.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kinerja keuangan agregat perusahaan tercatat yang telah menyampaikan laporan keuangan kuartal II-2026 hingga 30 Juni 2026 menunjukkan peningkatan pada sejumlah indikator utama. Pendapatan agregat tercatat naik Rp382,85 triliun atau sekitar 13,31 persen, dari Rp2.877,13 triliun menjadi Rp3.259,98 triliun.

Sementara itu, laba bersih agregat meningkat Rp0,56 triliun atau sekitar 0,16 persen, dari Rp340,62 triliun menjadi Rp341,18 triliun. Dari sisi neraca, total aset perusahaan tercatat bertambah Rp545,19 triliun atau sekitar 2,53 persen, dari Rp21.583,59 triliun menjadi Rp22.128,77 triliun. Adapun ekuitas agregat meningkat Rp59,69 triliun atau sekitar 0,84 persen, dari Rp7.136,34 triliun menjadi Rp7.196,02 triliun.

Dradjad juga berharap investor dalam negeri mampu melakukan perhitungan sendiri dalam berinvestasi di pasar modal. Sebab, IHSG yang anjlok hingga 11,5 persen pada hari ini disebabkan oleh aksi penjualan massal dari investor yang terseret sentimen MSCI.

"Jadi yang terjadi sekarang ini karena investor domestik terlalu gampang panik karena mungkin belum pede untuk berhitung sendiri," katanya.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement