Di tengah meningkatnya volatilitas, pasar akan menghadapi sejumlah ujian pada pekan ini. Pada Selasa, pemerintah AS akan merilis laporan indeks harga konsumen (CPI) bulanan, yang menjadi salah satu indikator inflasi yang paling diperhatikan. Sejumlah perusahaan teknologi, yakni CoreWeave (CRWV.O), Applied Materials (AMAT.O), dan Cisco Systems (CSCO.O), juga dijadwalkan merilis laporan kinerja keuangan.
“Ini merupakan perdagangan yang momentumnya rapuh,” kata ahli strategi makro global senior di State Street, Marvin Loh.
Laporan CPI Oktober dirilis ketika investor memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga pada Desember untuk mengendalikan inflasi. Bank sentral AS tersebut mempertahankan suku bunga pada bulan lalu setelah menaikkannya pada September untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.
Ketika pasar mengalami penurunan tajam pada Kamis, para trader sedikit mengurangi taruhan terhadap kenaikan suku bunga. Namun, setelah laporan ketenagakerjaan yang kuat dirilis pada Jumat, kontrak berjangka suku bunga The Fed (Fed funds futures) mengindikasikan peluang sekitar 80 persen bank sentral akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan pada 8-9 Desember, berdasarkan data LSEG.
Investor juga akan mencermati laporan CPI untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed hingga 2027. Secara keseluruhan, pasar memperkirakan masih akan ada sekitar dua kali kenaikan suku bunga standar sebesar 25 basis poin dalam siklus pengetatan kali ini.
(NIA DEVIYANA)