Di sisi lain, Meta meningkatkan nilai penggalangan dana terbesarnya menjadi USD97,5 miliar untuk mendanai ekspansi AI. Langkah tersebut justru menekan saham perusahaan induk Facebook itu. Data ekonomi AS juga menunjukkan peningkatan pesanan baru untuk komputer dan peralatan periferal, memperkuat indikasi bahwa belanja terkait AI masih solid.
Dari musim laporan keuangan, sekitar separuh perusahaan dalam indeks S&P 500 telah merilis kinerja kuartal III-2026. Berdasarkan data terbaru LSEG, sebanyak 83 persen perusahaan yang telah melaporkan kinerja mencatatkan hasil di atas ekspektasi pasar.
Pergerakan saham sejumlah emiten berlangsung bervariasi. Saham Boeing anjlok setelah perusahaan membukukan kerugian kuartalan yang lebih besar dari perkiraan. Saham Xylem juga melemah setelah memangkas proyeksi kinerja setahun penuh. Sebaliknya, United Parcel Service (UPS) menguat setelah menaikkan proyeksi pendapatan dan laba tahunan, sedangkan Royal Caribbean naik setelah meningkatkan perkiraan laba setahun penuh. Saham Sherwin-Williams tertekan setelah laba kuartalannya tidak memenuhi ekspektasi.
Investor turut mencermati pertemuan kebijakan moneter The Fed yang dimulai pada 27 Oktober. Pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75-4 persen. Berdasarkan data CME FedWatch, pelaku pasar juga memperhitungkan kemungkinan perubahan suku bunga pada pertemuan terakhir tahun ini pada Desember.
Carlson menilai ekspektasi bahwa The Fed tidak akan mengubah suku bunga dalam pertemuan kali ini turut memberikan ruang bagi penguatan pasar saham.