sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Melemah, Terseret Saham Google yang Anjlok 12 Persen

Market news editor Rahmat Fiansyah
30/10/2026 06:10 WIB
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (29/10/2026) waktu setempat, terseret jatuhnya saham Alphabet.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (29/10/2026) waktu setempat, terseret jatuhnya saham Alphabet. (Foto: Dok. Freepik)
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (29/10/2026) waktu setempat, terseret jatuhnya saham Alphabet. (Foto: Dok. Freepik)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (29/10/2026) waktu setempat. Investor melepas saham perusahaan teknologi, terutama Alphabet, induk Google, setelah laporan keuangannya memicu kekhawatiran mengenai keberlanjutan lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI).

Dikutip dari AFP, indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 1,3 persen menjadi 26.206,74. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melemah 0,3 persen ke 52.304,38 dan S&P 500 turun 0,3 persen ke 7.718,19.

Saham Alphabet anjlok 12 persen setelah perusahaan melaporkan laba di bawah ekspektasi pasar, meskipun tetap mempertahankan belanja besar untuk pengembangan AI. Kekhawatiran serupa turut menekan saham perusahaan lain yang terkait dengan pembangunan infrastruktur AI.

Analis pasar dari platform investasi IG, Chris Beauchamp, menilai pelemahan saham teknologi menjadi perhatian utama di tengah pergerakan pasar global yang beragam. Dia juga menyoroti tekanan terhadap Caterpillar, produsen alat berat yang menjadi salah satu saham terbesar dalam indeks Dow Jones, akibat kekhawatiran kenaikan biaya pendanaan seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur AI.

Sentimen negatif turut diperkuat oleh kinerja divisi semikonduktor Samsung Electronics yang tidak memenuhi ekspektasi pasar. Meski membukukan laba kuartalan tertinggi sepanjang sejarah, produsen cip memori terbesar di dunia tersebut gagal memenuhi perkiraan analis. Indeks Kospi Korea Selatan ditutup turun 1,2 persen, sedangkan bursa Hong Kong dan Shanghai juga melemah. Sebaliknya, bursa Tokyo menguat.

Di tengah tekanan sektor teknologi, Microsoft melaporkan pendapatan dan laba di atas perkiraan, ditopang oleh bisnis komputasi awan Azure. Namun, sahamnya yang sempat menguat akhirnya berbalik melemah. Pelaku pasar juga menantikan laporan keuangan Amazon dan Intel setelah penutupan perdagangan AS.

Analis Deutsche Bank, Jim Reid, mengatakan laporan keuangan perusahaan teknologi masih akan menjadi perhatian investor. Sebelumnya, pasar saham menguat selama dua hari berturut-turut setelah produsen cip Korea Selatan SK hynix melaporkan kinerja positif dan Anthropic, perusahaan pengembang kecerdasan buatan Claude, mengajukan dokumen penawaran umum perdana saham (IPO).

Dari sisi kebijakan moneter, Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya pada Rabu (28/10/2026). Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar. Bank sentral AS menilai masih diperlukan data tambahan untuk memastikan inflasi bergerak menuju target 2 persen.

Data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed, menunjukkan inflasi inti mencapai 3,1 persen secara tahunan pada September 2026. Inflasi utama dan inti yang sama-sama naik ke level tertinggi sejak Mei, menandakan tekanan harga masih sulit dikendalikan.

Sementara itu, ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan 3,4 persen pada kuartal III-2026, melampaui ekspektasi pasar. Di pasar komoditas, harga minyak mentah turun lebih dari 1 persen menyusul laporan mengenai upaya diplomatik baru antara AS dan Iran untuk mencegah serangan lanjutan. 

Di Eropa, bursa saham menguat setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga, sementara euro sempat melemah setelah Christine Lagarde mengumumkan rencana pengunduran dirinya sebagai presiden ECB pada Februari mendatang sebelum menguat kembali di tengah sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember 2026.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement