sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Melemah, Terseret Saham Google yang Anjlok 12 Persen

Market news editor Rahmat Fiansyah
30/10/2026 06:10 WIB
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (29/10/2026) waktu setempat, terseret jatuhnya saham Alphabet.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (29/10/2026) waktu setempat, terseret jatuhnya saham Alphabet. (Foto: Dok. Freepik)
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (29/10/2026) waktu setempat, terseret jatuhnya saham Alphabet. (Foto: Dok. Freepik)

Di tengah tekanan sektor teknologi, Microsoft melaporkan pendapatan dan laba di atas perkiraan, ditopang oleh bisnis komputasi awan Azure. Namun, sahamnya yang sempat menguat akhirnya berbalik melemah. Pelaku pasar juga menantikan laporan keuangan Amazon dan Intel setelah penutupan perdagangan AS.

Analis Deutsche Bank, Jim Reid, mengatakan laporan keuangan perusahaan teknologi masih akan menjadi perhatian investor. Sebelumnya, pasar saham menguat selama dua hari berturut-turut setelah produsen cip Korea Selatan SK hynix melaporkan kinerja positif dan Anthropic, perusahaan pengembang kecerdasan buatan Claude, mengajukan dokumen penawaran umum perdana saham (IPO).

Dari sisi kebijakan moneter, Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya pada Rabu (28/10/2026). Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar. Bank sentral AS menilai masih diperlukan data tambahan untuk memastikan inflasi bergerak menuju target 2 persen.

Data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed, menunjukkan inflasi inti mencapai 3,1 persen secara tahunan pada September 2026. Inflasi utama dan inti yang sama-sama naik ke level tertinggi sejak Mei, menandakan tekanan harga masih sulit dikendalikan.

Sementara itu, ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan 3,4 persen pada kuartal III-2026, melampaui ekspektasi pasar. Di pasar komoditas, harga minyak mentah turun lebih dari 1 persen menyusul laporan mengenai upaya diplomatik baru antara AS dan Iran untuk mencegah serangan lanjutan. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement