sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bank Danamon (BDMN) Catat Laba Bersih Rp3,5 Triliun hingga September 2026

Banking editor Rahmat Fiansyah
30/10/2026 07:00 WIB
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun hingga September 2026.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun hingga September 2026. (Foto: Ist)
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun hingga September 2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun hingga September 2026. Capaian tersebut tumbuh 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didukung pertumbuhan kredit dan pembiayaan perdagangan serta peningkatan dana pihak ketiga.

Direktur Utama Danamon, Nobuya Kawasaki mengatakan, perseroan terus memperkuat kolaborasi dengan MUFG sebagai induk usaha serta jaringan lokal yang mencakup Adira Finance dan Home Credit Indonesia untuk mendorong pertumbuhan bisnis.

“Didukung oleh fondasi finansial yang kuat dan penerapan manajemen risiko yang disiplin, kami akan tetap berfokus pada pertumbuhan yang sehat, kualitas aset yang terjaga, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Jumat (30/10/2026).

Dari sisi intermediasi, Danamon mencatatkan total kredit dan pembiayaan perdagangan (trade finance) konsolidasian sebesar Rp232,6 triliun per 30 September 2026. Nilai tersebut meningkat 13 persen secara tahunan. Pertumbuhan ditopang oleh segmen Enterprise Banking and Financial Institution sebesar 20 persen, SME Banking sebesar 9 persen, Consumer Banking sebesar 5 persen, serta anak perusahaan sebesar 7 persen.

Pada sisi pendanaan, total dana giro, tabungan, dan deposito Danamon mencapai Rp190,5 triliun, meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan operasional perseroan tumbuh 5 persen secara tahunan menjadi Rp19 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement