IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Kamis (1/10/2026) waktu setempat, setelah tekanan di pasar obligasi pemerintah mulai mereda.
Investor juga mencermati kinerja produsen chip memori Micron Technology serta menantikan sejumlah data ekonomi penting AS yang akan dirilis pekan ini.
Melansir Investing, indeks S&P 500 naik 0,4 persen ke level 7.679,38. Indeks Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi menguat 0,5 persen menjadi 26.992,16, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,4 persen ke posisi 51.118,95.
Sentimen pasar turut ditopang kinerja Micron Technology yang melampaui ekspektasi. Di mana perusahaan chip memori tersebut membukukan laba kuartal IV-2026 yang lebih tinggi dari perkiraan sekaligus memberikan proyeksi kuartal berjalan di atas ekspektasi pasar.
Micron mencatat laba yang disesuaikan sebesar USD33,42 per saham pada kuartal IV, lebih tinggi dari konsensus USD31,16 per saham.
Untuk kuartal berjalan, perseroan memproyeksikan laba per saham (EPS) sebesar USD38,15, dengan kisaran plus-minus USD1. Proyeksi tersebut juga berada di atas estimasi analis sebesar USD36,02 per saham.
Meski demikian, saham Micron bergerak fluktuatif setelah pembukaan perdagangan. Investor mencermati proyeksi margin kotor yang sedikit lebih rendah pada kuartal berjalan serta perkiraan kenaikan biaya operasional untuk tahun fiskal 2027.
Optimisme terhadap Bisnis AI
Kinerja Micron tetap memberikan sentimen positif terhadap sektor teknologi, khususnya saham semikonduktor yang terkait dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Kinerja laba dan prospek yang kuat dinilai memperkuat keyakinan investor bahwa permintaan chip yang didorong oleh AI masih akan menopang industri semikonduktor dan valuasi saham teknologi dalam beberapa kuartal mendatang.
Sebelumnya, kekhawatiran terkait keamanan AI sempat memicu volatilitas saham teknologi sepanjang September. Sejumlah perusahaan pengembang AI terkemuka, termasuk Anthropic, bahkan menyerukan perlunya memperlambat laju pengembangan teknologi tersebut.
Sentimen positif dari Micron turut menjalar ke saham-saham semikonduktor global. Sejumlah produsen chip utama di Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan mencatat kenaikan pada perdagangan Kamis.
Di sisi lain, investor juga menantikan laporan keuangan Nike yang akan dirilis setelah penutupan perdagangan. Saham Nike telah merosot lebih dari 44 persen sepanjang 2026.
Pelaku pasar mencermati perkembangan upaya Chief Executive Officer (CEO) Elliott Hill dalam membalikkan kinerja perusahaan pakaian olahraga tersebut.
Investor kini mengalihkan perhatian pada data ketenagakerjaan AS untuk September. Data tersebut akan menjadi salah satu indikator penting bagi pasar dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Sepanjang September, pasar saham AS menghadapi tekanan akibat ketegangan di Timur Tengah dan aksi jual di pasar obligasi. S&P 500 turun 0,5 persen sepanjang September, sedangkan Dow Jones terkoreksi 4,3 persen. Sebaliknya, Nasdaq Composite masih mencatat kenaikan 1,9 persen.
(DESI ANGRIANI)