IDXChannel - Wall Street dibuka menguat pada Rabu (28/10/2026) waktu setempat ditopang saham-saham teknologi setelah kinerja keuangan produsen chip memori asal Korea Selatan, SK Hynix melampaui ekspektasi dan memicu reli saham semikonduktor terkait kecerdasan buatan (AI).
Melansir Investing, indeks S&P 500 naik 0,2 persen ke level 7.738,71. Dow Jones Industrial Average menguat tipis ke 52.396,64, sedangkan Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik 0,3 persen ke posisi 26.561,42.
Pergerakan pasar turut dipengaruhi antisipasi investor terhadap keputusan suku bunga terbaru Federal Reserve (The Fed) serta rilis laporan keuangan kuartalan Microsoft dan Alphabet setelah penutupan perdagangan.
Saham American Depositary Receipts (ADR) SK Hynix melonjak lebih dari 10 persen setelah pembukaan pasar. Di Korea Selatan, saham perusahaan tersebut juga melesat hampir 11 persen setelah mencatatkan rekor laba dan pendapatan pada kuartal III-2026.
SK Hynix juga mengumumkan rencana pengembalian dana kepada pemegang saham dengan total 100 triliun won atau sekitar US$75,5 miliar pada 2026.
Perusahaan yang menjadi pemasok penting bagi industri AI itu memperkirakan permintaan memori yang didorong perkembangan AI akan menjaga ketatnya pasokan pasar setidaknya hingga 2030. Prospek tersebut turut mengangkat saham produsen cip lainnya.
Saham Samsung Electronics melonjak sekitar 9 persen dalam perdagangan di Seoul, sementara saham Micron Technology naik lebih dari 5 persen pada awal perdagangan di AS.
Selain reli saham semikonduktor, perhatian investor tertuju pada laporan keuangan Microsoft dan Alphabet. Kinerja kedua perusahaan teknologi tersebut diperkirakan memberikan gambaran lebih lanjut mengenai belanja AI dan potensi hasil dari investasi besar yang telah mereka lakukan.
Microsoft dan Alphabet, bersama sejumlah perusahaan teknologi besar lainnya, telah merencanakan investasi AI hingga ratusan miliar dolar AS. Namun, besarnya belanja tersebut juga meningkatkan sorotan pemegang saham terhadap kemampuan perusahaan menghasilkan imbal hasil yang sepadan.
Amazon, yang juga mengalokasikan investasi besar untuk AI, dijadwalkan merilis laporan keuangan pada Kamis (29/10/2026). Sementara itu, sejumlah perusahaan lain, termasuk GE Vernova, KLA, T-Mobile US, dan Automatic Data Processing, juga dijadwalkan melaporkan kinerja pada Rabu.
Analis Vital Knowledge menyebut, periode Selasa malam hingga Kamis malam sebagai puncak aktivitas musim laporan keuangan kuartal III. Kondisi tersebut membuat investor berfokus mencermati rilis kinerja perusahaan.
Di luar laporan keuangan, pasar juga menantikan keputusan suku bunga The Fed setelah bank sentral AS itu menggelar rapat selama dua hari. Pelaku pasar secara luas memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kali ini.
The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September 2026. Kini, investor mencari petunjuk mengenai arah kebijakan berikutnya, terutama di tengah inflasi yang masih sulit turun ke target tahunan 2 persen.
Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam konferensi pers setelah pengumuman suku bunga akan menjadi perhatian pasar. Warsh sebelumnya menegaskan komitmen bank sentral untuk mencapai target inflasi, meskipun ia juga menyatakan keengganan memberikan panduan kebijakan ke depan secara eksplisit.
Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar tiga perempat bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan terakhir tahun ini pada Desember.
(DESI ANGRIANI)