Selain itu, perseroan menunjuk PT Biofuel Indo Sumatra (BIS) selaku pembeli siaga lainnya dengan kemampuan untuk menyerap sisa saham hingga 8,25 miliar atau Rp1,65 triliun.
Dana hasil rights issue rencananya digunakan sekitar 66,86 persen sebagai setoran modal kepada PT Sarana Ekomobilitas Indonesia (SEI) untuk modal kerja. Lalu sisanya akan digunakan untuk modal kerja VKTR.
VKTR telah memperoleh restu pemegang saham pada 19 Mei 2026. Berdasarkan jadwal yang diumumkan, tanggal akhir perdagangan rights ditetapkan 6 Oktober 2026, sedangkan periode pelaksanaan perdagangan dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditetapkan 12-16 dan 19-23 Oktober 2026.
(Rahmat Fiansyah)