Pemegang saham utama dapat memanfaatkan waktu yang tersedia untuk mencari valuasi yang lebih baik, menghitung biaya ketidakpatuhan, serta membahas sejumlah opsi pemenuhan aturan dengan regulator.
Transaksi pun berpotensi semakin dekat dengan tenggat waktu apabila kondisi pasar saham tetap lemah.
Sejumlah bank telah mulai menyiapkan opsi masing-masing.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) secara resmi mengusulkan rights issue, sementara PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) masih mengevaluasi pilihan yang tersedia.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) berpotensi menghadapi dinamika berbeda karena rencana integrasi dengan MUFG Jakarta dapat memengaruhi struktur kepemilikan publik. Sementara, PT Bank Permata Tbk (BNLI) menyatakan tengah mengupayakan pemenuhan ketentuan free float, tetapi belum mengungkapkan skema yang akan ditempuh.
BRIS Jadi Ujian Pertama
Menurut Posmarito, BRIS menjadi ujian pertama bagi implementasi aturan tersebut, terutama dalam melihat seberapa besar permintaan investor publik terhadap saham yang ditawarkan.